BALENCIAGA
Balenciaga merupakan rumah mode Perancis yang didirikan oleh Cristobal Balenciaga seorang perancang busana keturunan Spanyol, yang lahir di Bosque Country, Balenciaga memiliki reputasi sebagai penjahit pakaian yang tak kenal kompromi dalam penetapan standar dan dikaitkan sebagai " The Master of us All " Ciri khas dari produk Balenciaga ialah bubble skirts and odd, feminine, namun masih berbentuk ultra-modern.

History
Cristobal Balenciaga membuka butik pertamanya di San Sebastián, Spanyol pada 1918, yang mana berekspansi, termasuk cabang di Madrid dan Barcelona. Keluarga kerajaan Spanyol dan aristokrasi menggunakan rancangannya, tetapi ketika terjadi Perang Sipil Spanyol memaksanya untuk menutup tokonya dan Balenciaga pindah ke Paris.
Balenciaga membuka rumah jahit Paris-nya di Avenue George V in August 1937, dan pertunjukkan runway pertamanya mengutamakan rancangan yang dipengaruhi oleh Spanish Renaissance.Kesuksesan Balenciaga di Paris segera mendekat, dalam dua tahun, media Perancis memuji Balenciaga sebagai revolusioner, dan rancangannya banyak dicari. Carmel Snow, editor Harper's Bazaar merupakan pembela dari rancangannya.

Sejak awal karirnya, sudah terlihat bahwa Balenciaga memiliki kemampuan khusus dalam mendesain pakaian berpotongan sleek dan berkarakter. Pada tahun 1950an, dirinya kerap bermain dengan efek siluet dari karya-karyanya, menjadikan para perempuan yang memakai desainnya terlihat lebih langsing dan memiliki pundak lebih lebar. Pada saat itu, efek tersebut sangat diminati oleh para perempuan, terutama mereka dari kalangan elit. Balenciaga adalah desainer yang mempopulerkan rok balon dan baby doll dress pada masa itu, dua fashion item yang masih sangat populer hingga sekarang.
Menjelang tahun 1960an, Balenciaga semakin menguasai permainan siluet pada pakaian perempuan, dengan efek langsing yang lebih sempurna. Dirinya terus berkreasi dengan Empire line dan dress serta rok berpinggang tinggi atau high-waisted yang membuat tubuh terlihat lebih langsing dan kaki lebih jenjang. Selain itu, dirinya juga berkreasi dengan outerwear berpotongan lurus seperti kimono, yang juga membuat perempuan terlihat lebih ramping karena menyamarkan bentuk tubuhnya.

Karya Balenciaga
Pada bulan April lalu, dunia mode sempat menggemparkan dunia maya. Pasalnya Balenciaga meluncurkan koleksi terbarunya yaitu tas kulit berbentuk kantong kertas, mirip tas belanja IKEA. Enggak tanggung-tanggung, tas ini dibanderol 877 euro atau sekitar Rp14 juta.
Tidak langsung puas di Busana & Tas saja nampaknya rumah mode yang didirikan oleh Cristóbal Balenciaga ini bakal ngerilis produk yang terbilang nyeleneh. Dilansir dari Teen Vogue, Balenciaga merilis sepatu olahraga dengan desain OUT OF THE BOX. sneakers yang pertama kali ditampilkan di Paris Fashion Week Fall/Winter 2017 ini adalah 'sepatu wajib' bagi generasi milenial di sana. Mereka menyebutnya 'Daddy Shoes' karena bentuknya mirip dengan sepatu orang tua pada '80an.

Balenciaga ingin mendesain sepatu jadul. Namun, netizen justru dibuat kebingungan. Pasalnya, sepatu yang memiliki desain layaknya sudah pernah dipakai ini dibanderol dengan harga fantastis, yaitu 795 dolar atau setara dengan Rp10,5 juta.
Sepatu multi warna tersebut juga dilengkapi dengan sol sepatu dan tulisan yang juga terlihat bekas.
tapi sayangnya produsen barang mewah itu mendapat kritik karena memindahkan produksi sepatu Triple S dari Italia ke China. Tepatnya di Putian, Provinsi Fujian. Putian sendiri telah dikenal sebagai tempat produksi sneakers palsu yang dijual di seluruh China dan bahkan seluruh dunia. Konsumen yang telah terbiasa membeli barang palsu ini dapat dengan mudah membeli sneakers dengan harga 10 kali lebih murah dari harga aslinya.
Memang benar "Triple S awalnya dibuat di Italia tapi manufaktur sepatunya dipindah ke China di mana mereka punya savoir-faire (bisa beradaptasi) dan kapasitas untuk membuat sepatu menjadi lebih ringan,"
Kepindahan itu terungkap setelah seorang pengguna yang membeli Triple S seharga 11 juta rupiah, mendapati label bertuliskan "Made in China" di sneakers tersebut. Sebelumnya, sepatu serupa bertuliskan "Made in Italy". Pembeli itu lalu menanyakan ke layanan konsumen Balenciaga dan dijawab bahwa "Triple S dahulu memang dibuat di Italia, namun proses pembuatan sepatu itu kini dipindahkan ke China karena mereka memiliki kemampuan membuat sepatu seperti itu." Walau pembuatannya dilakukan di lokasi dan fasilitas yang lebih murah, namun Triple S tetap dihargai sekitar 11 juta rupiah. Balenciaga sendiri telah menanggapi keluhan tersebut.
Mengingat bahwa hampir semua barang bermerk kini dibuat di luar negara asalnya, mungkin kitalah yang perlu bertanya pada diri sendiri, apakah uang yang kita bayarkan untuk barang tersebut memang sepadan dengan kualitas dan ongkos produksinya...
Cristobal Balenciaga membuka butik pertamanya di San Sebastián, Spanyol pada 1918, yang mana berekspansi, termasuk cabang di Madrid dan Barcelona. Keluarga kerajaan Spanyol dan aristokrasi menggunakan rancangannya, tetapi ketika terjadi Perang Sipil Spanyol memaksanya untuk menutup tokonya dan Balenciaga pindah ke Paris.
Balenciaga membuka rumah jahit Paris-nya di Avenue George V in August 1937, dan pertunjukkan runway pertamanya mengutamakan rancangan yang dipengaruhi oleh Spanish Renaissance.Kesuksesan Balenciaga di Paris segera mendekat, dalam dua tahun, media Perancis memuji Balenciaga sebagai revolusioner, dan rancangannya banyak dicari. Carmel Snow, editor Harper's Bazaar merupakan pembela dari rancangannya.

Sejak awal karirnya, sudah terlihat bahwa Balenciaga memiliki kemampuan khusus dalam mendesain pakaian berpotongan sleek dan berkarakter. Pada tahun 1950an, dirinya kerap bermain dengan efek siluet dari karya-karyanya, menjadikan para perempuan yang memakai desainnya terlihat lebih langsing dan memiliki pundak lebih lebar. Pada saat itu, efek tersebut sangat diminati oleh para perempuan, terutama mereka dari kalangan elit. Balenciaga adalah desainer yang mempopulerkan rok balon dan baby doll dress pada masa itu, dua fashion item yang masih sangat populer hingga sekarang.
Menjelang tahun 1960an, Balenciaga semakin menguasai permainan siluet pada pakaian perempuan, dengan efek langsing yang lebih sempurna. Dirinya terus berkreasi dengan Empire line dan dress serta rok berpinggang tinggi atau high-waisted yang membuat tubuh terlihat lebih langsing dan kaki lebih jenjang. Selain itu, dirinya juga berkreasi dengan outerwear berpotongan lurus seperti kimono, yang juga membuat perempuan terlihat lebih ramping karena menyamarkan bentuk tubuhnya.

Karya Balenciaga
Pada bulan April lalu, dunia mode sempat menggemparkan dunia maya. Pasalnya Balenciaga meluncurkan koleksi terbarunya yaitu tas kulit berbentuk kantong kertas, mirip tas belanja IKEA. Enggak tanggung-tanggung, tas ini dibanderol 877 euro atau sekitar Rp14 juta.
Tidak langsung puas di Busana & Tas saja nampaknya rumah mode yang didirikan oleh Cristóbal Balenciaga ini bakal ngerilis produk yang terbilang nyeleneh. Dilansir dari Teen Vogue, Balenciaga merilis sepatu olahraga dengan desain OUT OF THE BOX. sneakers yang pertama kali ditampilkan di Paris Fashion Week Fall/Winter 2017 ini adalah 'sepatu wajib' bagi generasi milenial di sana. Mereka menyebutnya 'Daddy Shoes' karena bentuknya mirip dengan sepatu orang tua pada '80an.

Balenciaga ingin mendesain sepatu jadul. Namun, netizen justru dibuat kebingungan. Pasalnya, sepatu yang memiliki desain layaknya sudah pernah dipakai ini dibanderol dengan harga fantastis, yaitu 795 dolar atau setara dengan Rp10,5 juta.
Sepatu multi warna tersebut juga dilengkapi dengan sol sepatu dan tulisan yang juga terlihat bekas.
tapi sayangnya produsen barang mewah itu mendapat kritik karena memindahkan produksi sepatu Triple S dari Italia ke China. Tepatnya di Putian, Provinsi Fujian. Putian sendiri telah dikenal sebagai tempat produksi sneakers palsu yang dijual di seluruh China dan bahkan seluruh dunia. Konsumen yang telah terbiasa membeli barang palsu ini dapat dengan mudah membeli sneakers dengan harga 10 kali lebih murah dari harga aslinya.
Memang benar "Triple S awalnya dibuat di Italia tapi manufaktur sepatunya dipindah ke China di mana mereka punya savoir-faire (bisa beradaptasi) dan kapasitas untuk membuat sepatu menjadi lebih ringan,"
Kepindahan itu terungkap setelah seorang pengguna yang membeli Triple S seharga 11 juta rupiah, mendapati label bertuliskan "Made in China" di sneakers tersebut. Sebelumnya, sepatu serupa bertuliskan "Made in Italy". Pembeli itu lalu menanyakan ke layanan konsumen Balenciaga dan dijawab bahwa "Triple S dahulu memang dibuat di Italia, namun proses pembuatan sepatu itu kini dipindahkan ke China karena mereka memiliki kemampuan membuat sepatu seperti itu." Walau pembuatannya dilakukan di lokasi dan fasilitas yang lebih murah, namun Triple S tetap dihargai sekitar 11 juta rupiah. Balenciaga sendiri telah menanggapi keluhan tersebut.
Mengingat bahwa hampir semua barang bermerk kini dibuat di luar negara asalnya, mungkin kitalah yang perlu bertanya pada diri sendiri, apakah uang yang kita bayarkan untuk barang tersebut memang sepadan dengan kualitas dan ongkos produksinya...
Sekian info dari saya and Find Your Style.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar